Tsunami Menerjang Jawa
Masih lekat pada ingatan kita bagaimana kedahsyatan gelombang tsunami yang menerjang Aceh Desember 2004 yang lalu, kini harus terjadi di pesisir selatan jawa. Walaupun masih dikategorikan sebagai tsunami berskala kecil, tapi dampak yang ditimbulkan tetap saja merusak.
Senin 17 Juli 2006, sore itu sebuah gempa melanda pesisir selatan jawa barat, dan jawa tengah bagian barat. BMG menaksir gempa tersebut berkekuatan 6,8 pada skala richter. Dan Pusat Peringatan Dini Tsunami Pasifik mengeluarkan warning bahwa gelombang tsunami akan berpotensi timbul (red: masih diperdebatkan, terdapat bukti dalam jurnal mereka bahwa gempa tersebut tidak diikuti tsunami). Dan sekitar 20 menit kemudian tsunami melanda pesisir selatan jawa. Tinggi gelombang penghancur ini mencapai 7-10 meter, dan menjangkau 500-1km dari bibir pantai. Akibatnya sebagian besar resort dan pemukiman di sekitar pantai rusak diterjang tsunami.
Sebenarnya ilmuwan-ilmuwan gempa indonesia sudah mengeluarkan peringatan bahwa setelah gempa di Aceh tahun 2004, akan terjadi gempa-gempa besar yang berpotensi melanda pesisir sumatera bagian barat, pesisir jawa bagian selatan, pesisir selatan nusa tenggara, pesisir utara sulawesi, dan lautan disebelah utara kepulauan irian. Dan hal itu terbukti dengan terjadinya gempa yang cukup dahsyat juni lalu di sebelah selatan jogja, dan kini terjadi lagi di sebelah selatan jawa barat, dan kemudian di selat sunda (19 Juli 2006 - 18:57WIB; 6,2 SR).
>>>
TURUT BERDUKA CITA ATAS TERJADINYA GEMPA DAN TSUNAMI DI PESISIR SELATAN PULAU JAWA. SEMOGA KEJADIAN INI MENYADARKAN KITA AKAN ARTI PENTINGNYA SEBUAH KEWASPADAAN DAN KEARIFAN DALAM BERSAHABAT DENGAN ALAM.